Tampilkan postingan dengan label Hewan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hewan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Januari 2016

Astaga! Badak Hitam Afrika Resmi Punah

Sydney – International Union for Conservation of Nature (IUCN) menyatakan badak hitam asal Afrika Barat resmi punah.

Lembaga ini memperbaru daftar merahnya untuk hewan-hewan yang terancam punah. Badak hitam dinyatakan resmi punah.


Selain itu, badah putih dari Afrika Tengah juga mengalami kemungkinan punah. Demikian pula badak jawa yang kesulitan bertahan setelah subspesies terakhir dibunuh seorang pemburu Vietnam.

“Manusia penjaga alam semesta dan kita bertanggung jawab untuk melindungi seluruh spesies yang ada di dalamnya,” kata Kepala Dewan Species Survival IUCN Simon Stuart.

Stuart meyakini, situasinya akan berbeda jika saja ada peraturan konservasi yang diterapkan oleh dunia.

Namun begitu, ada kabar baik dari IUCN. Kuda Przewalski dari Asia Tengah sudah keluar dari status critically endangered ke endangered berkat program pembiakan.

Sumber : http://kolom-inspirasi.blogspot.com/2011/11/astaga-badak-hitam-afrika-resmi-punah.html#ixzz1dYLaxrpv

Buaya Purba dari Maroko Sepanjang 11 Meter

Fosil spesies buaya purba ditemukan di Maroko pada awal tahun 2.000-an dan dibawa ke Royal Ontario Museum di Kanada. Setelah satu dekade, palentolog akhirnya berhasil mengidentifikasi fosil tersebut dan mempresentasikan di Pertemuan Tahunan Masyarakat Palaentologi Vertebrata ke 71 di Las Vegas, AS minggu ini.



Palaentolog menyatakan bahwa fosil itu adalah buaya purba, diberi nama ShieldCroc. Pemberian nama didasarkan pada karakteristik kepala yang dimiliki buaya itu. Menurut hasil konstruksi, buaya purba itu mempunyai lapisan tulang unik di kepala yang diselimuti oleh pembuluh darah dan lapisan kulit khusus.

Ukuran ShielCroc kurang lebih 9-11 meter dan tinggal di sungai, membuatnya disebut monster sungai. Spesies ini diperkirakan memangsa coelacanth yang berukuran panjang 4 meter. Meski memakan mangsa yang cukup besar, ShieldCroc memiliki rahang yang relatif lemah dibandingkan buaya modern.

Casey Holiday, palaentolog dari University of Missouri yang mengidentifikasi fosil buaya purba itu mengatakan, "Mereka adalah pemangsa yang cepat, menunggu mangsa datang dan mengambil dengan cepat, menelan dengan mulutnya yang besar dan berbentuk seperti keranjang, seperti cara pelikan menelan."

ShildCroc diperkirakan hidup 99 juta tahun yang lalu. Berdasarkan hasil perbandingan dengan buaya masa kini-meliputi buaya, kadal, dan aligator-ilmuwan memperkirakan bahwa lapisan yang dimiliki ShieldCroc berfumgsi membantu mengontrol temperatur badan dan berkomunikasi dengan individu sejenis lainnya.

Fitur hampir serupa juga dimiliki beberapa buaya modern. Misalnya, buaya Kuba memiliki tanduk di sisi kepalanya, yang pada jantan berfungsi untuk menarik perhatian betina sekaligus mengusir pejantan lainnya. Meski begitu, diketahui bahwa lapisan seperti pada ShieldCroc merupakan satu satunya yang pernah ditemukan.

Penemuan ShieldCroc mengindikasikan bahwa buaya berevolusi dari wilayah Mediterania. Selain itu, penemuan ini juga menunjukkan keragaman buaya di wilayah lintang selatan Bumi, termasuk Afrika.

sumber

Seekor Camar Tetap Hidup Walaupun Kepalanya Tertembus Panah



kali ini ada kabar heboh Burung ini masih bisa terbang meskipun anak panah, yang kedua ujungnya terlihat, menembus di antara mata.

Burung Ini ditemukan oleh Graham Rhodes, seorang fotografer yang tinggal di Scarborough, yang mengaku terkejut. 




Paus Terdampar di Padang Rumput




YORKSHIRE - Para ahli hewan dibuat kebingungan karena ada seekor paus terdampar di pantai Inggris, anehnya paus tersebut terdampar di padang rumput.

Baru-baru ini seekor paus muda ditemukan mati di wilayah pantai Humber Estuary, anehnya jarak dari garis pantai di tempat matinya paus tersebut berjarak cukup jauh, sekira 732 meter.


Para ahli meyakini bahwa paus tersebut terperangkap saat melintas di sungai kecil dekat Desa East Yorkshire, di utara tepi Sungai Humber.

Pihak margasatwa Yorkshire Andy Gibson mengatakan, kejadian terdamparnya paus di area tersebut sangat langka.




Dia mengatakan bahwa dalam kurun waktu 20 tahun terakhir ini, sudah ada tiga spesies paus yang terdampar di perairan Inggris.

"Ini sangat menyedihkan. Paus tersebut berada di sungai yang dangkal, yang kedalamannya hanya sekira 1,2 meter hingga 1,6 m," ujar Gibson seperti dilansir Daily Mail,


Para pakar paus mengatakan, kemungkinan paus malang tersebut terdampar karena perubahan arus laut yang membuat aliran air menjadi dingin.[international.okezone.com]